Phone: +62 21 5835 8507

12 FAKTOR UTAMA EFISIENSI PADA SISTEM UDARA TEKAN

Air Compressor yang menghasilkan udara bertekanan sudah menjadi kebutuhan utama di dunia industri. Udara tekan menjadi unsur utama dalam proses produksi, untuk menjalankan alat-alat pendukung industri dan mesin produksi utama.

Proses membuat udara tekan oleh compressor membutuhkan daya listrik yang sangat besar. Bahkan dibanyak pabrik yang banyak membutuhkan udara tekan, konsumsi listrik untuk compressor bisa mencapai 50-60% dari total listrik pabrik tersebut. Misalnya di furniture, plastic pet, benang, textile, fiber.

Maka industri harus serius dan hati-hati dalam pengelolaan udara tekan ini. Banyak sekali biaya listrik yang terbuang percuma akibat dari kebocoran angin, kesalahan instalasi, kesalahan penggunaan.

Banyak industri hanya focus kepada mesin compressor-nya. Memilih merk terkenal, merk terbaik, spesifikasi terbaik. Namun hal tersebut tidak dapat menciptakan efisiensi dan saving energy cost.

Banyak faktor yang saling terkait untuk diperhatikan dan diperbaiki agar industri bisa mencapai efisiensi maksimal dalam pengelolaan udara tekan. Efisiensi ini untuk mencapai goal utama SAVING ENERGY COST.

 

Berdasarkan pengalaman kami dalam bisnis Compressed air system dan merujuk data analisa pabrikan, Ada 12 faktor utama efisiensi pada sistem udara tekan yang sangat penting.

1. Distribution System.

Semua hal yang berhubungan dengan sistem distribusi angin harus dirancang dan diperiksa dengan baik. Mulai dari ukuran pipa, belokan pipa, jarak pipa, accessories di pipa.

Hal ini berkaitan erat dengan pressure loss (pressure drop)

2. Routine Maintenance.

Harus dilakukan maintenance rutin sesuai dengan manual compressor.

Maintenance harian, bulanan, annual, sampai dengan overhaul.

3. Parts, service, labor cost.

Harga sparepart dan harga jasa service.

4. Leaks.

Cek rutin kebocoran yang mungkin terjadi, baik itu kebocoran angin atau oli.

Kebocoran bisa terjadi di compressor, dryer, filter, drain, tank, pipa, mesin pabrik

5. Compressor size.

Kapasitas compressor ideal adalah 20-25% lebih besar dari total pemakaian angin.

Sehingga compressor dapat load 75-80%, unload 20-25%

6. Compressor pressure.

Spesifikasi Tekanan compressor yang ideal adalah adalah 10% lebih besar dari tekanan maximum yang diperlukan di produksi.

7. Drive & Flow Control

Direct drive akan lebih effisien dibandingkan v-belt drive.

Variable speed drive akan lebih effisien dan tepat dalam mengatur flow.

8. Inappropriate used of compressed air.

Cegah semua pemakaian udara tekan yang tidak benar. Seperti udara tekan digunakan untuk bersih-bersih baju karyawan.

9. Quality of intake air.

Kualitas udara sekitar yang akan dihisap compressor juga harus diperhatikan. Udara sekitar harus dibawah 40 C dan bersih.

Intake air filter juga harus dijaga kebersihannya, agar tidak terjadi sumbatan.

10. Air receiver tank.

Setiap Screw compressor wajib menggunakan air receiver tank yang sesuai ukurannya.

11. Choose a correct Lubricant

Pelumas di screw compressor sangatlah penting. Pelumas harus memenuhi syarat dan spesifikasi oil for rotary screw compressor.

12. Heat Recovery

Pembuangan udara panas harus baik. Jangan sampai udara panas dihisap kembali oleh compressor.

 

PT. Biotech Indo Gemilang bukan hanya perusahaan yang menjual air compressor, tetapi kami perusahaan yang focus dalam bisnis Compressed Air System (Sistem udara tekan).

Dimana kedua belas faktor diatas menjadi dasar bisnis kami. Penjualan dan pelayanan purna jual kami akan memberikan solusi maksimal di sistem udara tekan untuk mencapai effesiensi dan saving energy cost di udara tekan.

 

Untuk inquiry dan konsultasi dapat menghubungi PT. Biotech Indo Gemilang. +628121718715 email. info@ptbig.com